Kebun Binatang Gembiraloka

Kegitan tour bersama teman - teman PLS dalam rangka penyegaran pikiran kembali untuk menuju Ujian Tengah Semester 4.

pemberdayaan masyarakat

Kegiatan ke Giri Purwo mengamati dan meneliti kebutuhan masyarakat akan air di daerah Tlogo Warak yang terdapat sebuah gua dengan sumber air dari dalam tanah yang selalu memancar sebagai tugas dari mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat.

Pendidikan Luar Sekolah

kegiatan dalam rangka tugas mata kuliah dan Kegiatan HIMA.

Observasi di TK

Tugas Mata Kuliah Anak Usia Dini Di Daerah Ngemplak, Sleman Yogyakarta.

Study Banding

Kegiatan Study Banding HIMA PLS di P2PNFI Semarang.

Selasa, 29 Mei 2012

Usaha Ternak Burung Puyuh


Perencanaan Kegiatan Usaha
Pada saat  ini seiring berkembangnya zaman semakin berkembang pula ilmu dan  teknologi. Dengan berkembangnya berbagai macam  ilmu dan teknologi berdampak pula pada kemajuan  di sejumlah sector yang ada dinegara ini. Diantaranya adalah sector ekonomi, budaya, bahkan social dan politik. Dengan adanya kemajuan diberbagai bidang atau sector tersebut, menuntut manusianya untuk lebih maju dan mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal. Selain itu semakin padat pula penduduk yang ada dinegara ini, sehingga banyak penduduk yang menjadi pengangguran karena minimnya lapangan pekerjaan yang tidak sesuai dengan calon tenaga kerja yang ada. Dengan begitu Negara belum bisa dikatakan berhasil dalam hal ekonomi, jika penduduk yang berwirausaha belum ada 2 % dari jumlah penduduk. Oleh pkarena itu salah satu upaya untuk mengatasi angka pengangguran yang semakin meningkat adalah dengan berwirausaha. Karena dengan berwirausaha, selain mendapatkan penghasilan yang tinggi, pengalaman, juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan secara tidak langsung mengurangi angka pengangguran dinegara ini. Dalam menjalani kehidupan manusia juga membutuhkan makanan dan minuman yang dapat menunjang terciptanya kehidupan yang sehat. Dalam berbagai makanan banyak variasi yang bisa diperoleh. Seperti halnya makanan yang terbuat dari bahan telur puyuh, seperti tahu telur puyuh, sarang burung, dan masih banyak lagi makanan yang terbuat dari telur puyuh.
Ø  Usaha dan sebab usaha ini dilakukan
Dengan keadaan yang demikian maka saya bermaksud untuk membuat usaha ternak burung puyuh petelur, yang dapat menghasilkan telur puyuh yang bisa dijual kepada penjual makanan dan juga bisa dikonsumsi oleh keluarga. Telur puyuh merupakan makanan yang yang mengandung protein tinggi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh manusia, walaupun kandungan lemaknya lumayan banyak. Saya ingin melakukan usaha ini karena semakin banyak peminat telur puyuh baik itu pembuat makanan atau masyarakat pada umumnya. Selain itu juga permintaan pasar yang banyak akan kebutuhan telur puyuh, karena telur puyuh bisa dibuat berbagai macam olahan makanan, seperti bakso yang didalamnya diisi telur puyuh, tahu telur puyuh, sarang burung, semur telur puyuh, bisa juga dipaki untuk campuran sayur yang lain, karena semakin banyak variasi makanan maka semakin banyak pula peminat makanan yang membuat pengusaha kuliner berlomba – lomba untuk menciptakan makanan yang terbuat dari telur puyuh. Selain kebutuhan pasar yang meningkat, usaha ini dibuat juga berdasarkan waktu dan situasi serta keadaan yang mendukung, karena tempat yang sudah tersedia dan lingkungan yang kondusif, serta tenaga yang tidak terlalu terforsir dan bisa menjadi sampingan kecuali kewajiban yang memang sudah ada.
Ø  Tempat pelaksanaan usaha
Rencananya usaha ini akan saya lakukan di rumah saja yaitu tepatnya di dusun candirejo, sardonoharjo, ngaglik, sleman Yogyakarta. Saya memilih tempat ini, selain memang dirumah sehingga bisa ditangani sendiri juga lingkungannya yang sangat mendukung karena sudah tersedia ruangan yang dapat mencukupi untuk melakukan usaha ini. Lingkungan alam yang kondusif juga sangat mendukung karena cuaca iklim yang tidak terlalu panas.
Ø  Pelaksana usaha
Usaha ini rencananya akan saya lakukan sendiri dsan mungkin hanya akan dibantu oleh keluarga sendiri dan tidak membutuhkan biaya yang banyak dengan kata lain hanya membutuhkan biaya yang sedikit. Dan usaha ini juga bisa menjadi sampingan dan tidak terlalu memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak karena usaha ini masih dilakukan dalam skala kecil, walaupun memiliki skala usaha yang kecil, saya yakin bisa memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat.
Ø  Cara melaksanakan usaha ini
Untuk pembuatan kandang saya memilih untuk membeli yang sudah jadi dengan ukuran muat ruangan 4x3 meter. Untuk pemeliharaan anka puyuh itu sendiri, anak puyuh 0 – 30 hari diberi minum bervitamin pertumbuhan,umur 3 hari diberi vaksin anti penyakit ngorok/AI(Avian Influenca)vaksin diberikan pada pagi dan sore hari agar vaksin berfungsi dengan baik., umur 17 hari diberi vaksin yang kedua yaitu vaksin anti penyakit, kemudian umur 24 hari potong paruh menggunakan solder minimal seratus watt dan diberi obat anti stress, setelah itu dimasukkan ke kandang BOX khusus siap telur, makanan dari 0 hari sampai 35 hari diberi BR 1 untuk pertumbuhan dan penggemukan puyuh, setelah umur 30 hari,  diberi rangsum yang sudah siap untuk produksi telur, sedang vitaminnya diberikan vitamin untuk petelur sampai nanti afkir, umur 42 hari sudah mulai bertelur umur 58 hari harus sudah memprodksi telur kurang lebihnya 60% dari keseluruhan telur yang dipelihara. Untuk kebersihan kandangnya sendiri dapat dibersihkan setiap hari untuk mengurangi kematian burung karena terjangkit penyakit.

Ø  Waktu pelaksanaan dan anggaran pelaksanaan usaha ini
Rincian Modal Awal
No
Barang
Harga ( Rp. )
1.       
Bibit 0 hari ( 1000 ekor ) x @ 1700
Rp. 1.700. 000,-
2.       
Listrik
Rp. 135. 000,-
Jumlah
Rp. 1 .835. 000,-
                                                                                   
Nb : untuk  produksi max 975 telur / hari
Harga beli / bungkus
Rp. 100,-
Harga jual / bungkus
Rp. 300,-

Biaya Tetap
1.       
Bensin / transport ( hari )
Rp. 1429,-
Biaya penyusutan
2.       
Kandang 
Rp. 2000,- ( Rp. 150.000 )
3.       
Tempat minum 25 x @15.000
Rp.375.000 ,- (Rp. 75. 000)
4.       
Box Telur puyuh 2 x@15.000
Rp. 30.000,- ( Rp. )
5.       
Listrik Rp. 135.000/30 hari
Rp. 4. 500,-





Biaya Variabel
1.       
Pakan BR I Rp. 4. 125.000 ( 750 kg)
Rp. 175.000,-
2.       
Pakan Petelur Rp. 2. 500.000/ 15 hari ( 750 kg )
Rp. 105.000,-
3.       
Vitamin + Vaksin @13.000/ 3 hari
Rp. 4.000
4.       
Tenaga
Rp. 25.000,- / 1000 telur ( Rp.250,- / telur)


·         Biaya tetap ( 1 th. )     : Rp. 2. 923. 940,-
·         Kontribusi / unit          : Rp. 300,00 – Rp. 271,5 = Rp. 28,5


·         BEP                            : Biaya tetap ( th ) : Kontribusi / unit
Rp. 2. 923. 940 : Rp. 28,5 =. 102. 595 butir/ tahun.

Selain hasil dari penjualan telur, dalam usaha ini juga masih mendapatkan keuntungan dari penjualan burung puyuh afkir.



















Model Kandang Burung Puyuh :

Selasa, 15 Mei 2012

Bawa Kebaya ke Cannes

Bawa Kebaya ke Cannes PDF Print
Wednesday, 16 May 2012
Image

Cita-cita Raden Sirait membawa kebaya ke panggung dunia mulai terwujud. Koleksinya yang baru saja dipertunjukkan di panggung Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2012 akan dikenakan aktris Prisia Nasution di ajang Cannes Film Festival.

Prisia,yang memenangi gelar pemeran wanita terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2011 dan pemeran utama wanita terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2012, akan berangkat ke Cannes,Prancis,untuk mempromosikan film Sang Penariarahan sutradara Ifa Irfansyah.Di film tersebut Prisia menjadi pemeran utamanya.Adapun hubungan Prisia dan Raden Sirait terjalin tanpa sengaja. Raden menyebutkan,Prisia memilih busana rancangannya tanpa sengaja.

”Aku tahu dari seorang sahabat lewat BBM bahwa Prisia mengenakan salah satu gaun batik rancanganku saat dia menerima Piala Citra untuk film Sang Penari.Aku sendiri sangat mengagumi dia di film tersebut,”ucap Raden saat konferensi pers pergelaran tunggal Raden Sirait 8 Tahun Berkarya,sekaligus menjadi acara pembuka ajang JFFF 2012di Hotel Harris,Kelapa Gading,Senin (14/5). Mengenai busana rancangannya yang akan dikenakan Prisia ke Cannes,Raden memilih menyerahkannya ke tangan Prisia.”Biar dia pilih sendiri koleksi yang dia suka,”katanya.

Di atas catwalk,pergelaran tunggal yang bertajuk ”Syukur Tiada Akhir,Bahagia Tiada Ujung”itu mengusung lima lini koleksi yang dimiliki Raden Sirait.Salah satunya mengetengahkan konsep ”Kebaya for The World”yang memang diusung Raden selama 8 tahun bergelut di ranah kebaya.”Kebaya for The World adalah sebuah konsepsi,”katanya.”Sebuah tema besar yang akan memengaruhi seumur hidupku sebagai perancang.Aku ingin sekali kebaya menjadi salah satu genre busana yang dikenal dan diakui secara global oleh masyarakat dunia,”kata pengagum karya Edward Hutabarat,Adjie Notonegoro, dan Anne Avantie tersebut.

Adapun konsep “Kebaya for The World”sudah beberapa kali dipentaskan. Tema yang juga menjadi payung besar untuk pertunjukan tunggal Raden Sirait itu pertama kali hadir pada 2006 di Ubud,Bali.Kemudian pada 2008 dia kembali menghadirkan pertunjukan tunggal “Kebaya for The World”di Benoa,Bali. Tahun lalu Raden membawa “Kebaya for The World”dalam konsepsi yang lebih artistik lewat judul Journey of Lovedi Teater Jakarta,Taman Ismail Marzuki.

Tahun ini konsep ”Kebaya for The World”ditampilkan dalam siluet yang lebih modern dan inovatif. Hal tersebut, menurut pria yang dulu berprofesi di bidang pemasaran ini, disesuaikannya dengan tema besar JFFF 2012, “Innofashion”.”Aku berusaha menghadirkan inovasi baru dalam rancangan kali ini,”kata desainer yang menuangkan inovasi tersebut lewat gaungaun bersiluet kebaya yang terbuat dari bahan kulit sintetis. Menurut Raden,kebaya menjelma tidak hanya sebagai busana tradisional yang bisa dipadankan dengan kain, melainkan bisa hadir lebih kontemporer, bahkan maskulin.

“Saya ingin memperlihatkan bahwa kebaya meskipun hanya siluetnya,bisa dipadankan dengan berbagai macam gaya,”tutur desainer yang kerap membawa kebaya keluar dari jalur konvensional ini.“Saya ingin membawa kebaya ke panggung dunia. Suatu saat nanti saya ingin Gwyneth Paltrow atau Halle Berry pakai kebaya di karpet merah,”ujarnya.Mimpi yang terwujud selangkah lebih dekat lewat Prisia Nasution yang akan berangkat ke Cannes Film Festival.

Selain siluet kebaya yang kental, Raden juga menghadirkan berbagai koleksi,mulai cocktail dressnan kenes yang terinspirasi dari kota-kota besar di dunia,gaun malam nan glamor,hingga koleksi busana muslim yang kaya detail. Seperti juga pergelaran sebelumnya, panggung Raden Sirait selalu bertabur selebriti,termasuk lima wanita yang menjadi ikon sekaligus museRaden dalam berkarya,yakni Maudy Koesnaedi,Ardina Rasti,Asty Ananta,dan Imelda Francisca. Tahun ini juga istimewa bagi Raden karena sekaligus memperkenalkan empat ikon baru bagi rancangannya,yaitu Smitha Anjani,Andara Raini,Luciana Zalusca,dan Prisia Nasution.

Sementara itu, sederetan nama terkenal juga ikut meramaikan catwalkRaden Sirait,di antaranya Zivanna Letisha Siregar,Qory Sandioriva,Kamidia Radisti, Nina Tamam,Alexandra Gottardo,Tessa Kaunang,Ririn Ekawati,Merry Putrian, Anneke Jodi,Shareena,dan Julia Perez yang berlenggok anggun diiringi suara emas milik Dewi Gita,Putri Ayu,Kristina, dan Lea Simanjuntak,serta musik arahan Vicky Sianipar. Perwakilan Indonesia di ajang Cannes Film Festivalbukan hanya Prisia Nasution, juga ada Dian Sastrowardoyo yang berangkat sebagai brand ambassador L’Oreal Paris.

Kehadiran Dian di salah satu festival film paling prestisius di dunia itu menandai pengakuan kecantikan Indonesia di mata dunia untuk berkiprah di ajang bergengsi bersama international brand ambassadorL’Oreal Paris dan insan film internasional lainnya,seperti Gwen Stefani,Freida Pinto,Gong Li,Eva Longoria,Jane Fonda,dan Aishwarya Rai. “Dian diajukan untuk mewakili Indonesia setelah proses pemilihan yang dilakukan sebelumnya.Akhirnya Dian terpilih selain dilihat dari profilnya juga karena negara Indonesia penting bagi dunia.Dan,kita punya Dian untuk memperlihatkan Indonesia ke dunia,” kata Manajer Marketing L’Oreal Paris Monika Sugiharso.

Di Cannes,Dian akan berpartisipasi di karpet merah pada 27 Mei 2012.Untuk urusan busana,Dian akan dibalut dengan gaun rancangan tiga desainer ternama Indonesia,yaitu Sebastian Gunawan, Eddy Betty,dan Didit Hediprasetyo.Untuk menyempurnakannya,Dian akan dipercantik dengan riasan khusus oleh make-up artistkelas dunia,Billy B,yang sering mendandani banyak artis papan atas, seperti Lady Gaga,Mariah Carey,dan Beyonce.Sementara rambutnya akan ditata oleh hairdresserternama John Nollet. ● lesthia kertopati
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/495056/38/

Selasa, 08 Mei 2012

Maher Zain

Maher Zain - Number One for Me (Mother)

 

I was a foolish little child

Crazy things I used to do

And all the pain I put you through

Mama now I'm here for you

For all the times I made you cry

The days I told you lies

Now it's time for you to rise

For all the things you sacrificed


Chorus:

Oh, if I could turn back time rewind

If I could make it undone

I swear that I would

I would make it up to you

Mum I'm all grown up now

It's a brand new day

I'd like to put a smile on your face every day

Mum I'm all grown up now

And it's not too late

I'd like to put a smile on your face every day


And now I finally understand

Your famous line

About the day I'd face in time

'Cause now I've got a child of mine

And even though I was so bad

I've learned so much from you

Now I'm trying to do it too

Love my kid the way you do


CHORUS


You know you are the number one for me (x3)

Oh, oh, number one for me

There's no one in this world that can take your place

Oh, I'm sorry for ever taking you for granted, ooh

I will use every chance I get

To make you smile, whenever I'm around you

Now I will try to love you like you love me

Only God knows how much you mean to me


CHORUS


You know you are the number one for me (x3)


Oh, oh, number one for me



Tips Menjaga kesehatan kulit wajah

6 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Kulit Wajah, antara lain:

Tips-1: Bersihkan kulit dengan lembut

Angin semilir menerpa wajah, membuat kita merasa nyaman, tapi menyebabkan debu dan kotoran menyumpat pori-pori kulit kita, menambah tebal tumpukan sel-sel kulit mati serta kotoran di kulit kita. Oleh sebab itu perawatan kulit yang paling utama adalah bersihkan kulit .
Jika kulit dicuci tidak bersih, maka tumpukan sel-sel kulit mati akan bertambah tebal, muncul komedo dan jerawat, hal ini menganggu penyerapan vitamin & nutrisi bagi kulit. Oleh sebab itu menjaga kebersihan kulit adalah hal yang paling utama.

Untuk kebersihan kulit wajah, pilihlah pembersih wajah yang tidak menyebabkan alergy pada kulit wajah, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya dan sesuai dengan jenis kulit anda.

Selain itu sesuaikan juga pembersih kulit dengan keadaan kulit kita, misalnya pada saat kita menggunakan make up tebal, pembersih kulit yang digunakan haruslah yang dapat membersihkan sisa-sisa make up dengan sempurna. Pada saat kita tidak menggunakan make up, pembersih yang digunakan dapat lebih ringan. Pada saat kondisi kulit berminyak & pada saat kulit kering, gunakan pembersih yang berbeda untuk kedua kondisi tersebut.

Tips-2: Menjaga Kelembaban Kulit

Indonesia termasuk wilayah beriklim tropis dimana suhu udara rata-rata termasuk tinggi.Sinar matahari yang menyengat dapat merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif, namun kulit sering mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu sebaiknya pilihlah produk perawatan kulit yang memiliki kandungan air yang tinggi untuk menjaga kelembaban kulit, mencegah dehidrasi kulit dan mencegah penuaan dini.

Tips-3: Gunakan Scrub Secara Teratur

Kotoran dan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit, menyebabkan kulit tampak kusam dan tidak dapat bernafas lega serta mengurangi kemampuan kulit untuk menyerap nutrisi. Untuk menghindari hal tersebut, gunakan SCRUB atau LULUR secara teratur. LULUR atau SCRUB berfungsi sebagai amplas, yang mengangkat kotoran serta sel-sel kulit mati dengan sempurna, membuat kulit dapat bernafas lega &mampu menyerap nutrisi dengan optimal,serta merangsang pertumbuhan sel kulit baru lebih cepat. Kulit akan tampak bersih dan bersinar.
Gunakan Scrub atau LULUR dari bahan-bahan alami yang aman bagi kulit dan tidak menyebabkan alergi.

Tips-4: Gunakan Bahan Kosmetik Pembantu

Jika kondisi kulit wajah atau tubuh Anda dalam kondisi kurang sehat, misalkan berjerawat, kusam atau terlihat kerutan dini, maka beberapa alternatip kosmetik perawatan atau pengobatan kulit bisa digunakan untuk mempercepat penyembuhan atau pemulihan kondisi kulit Anda.

Perlu diingat bahwa pemakaian jenis kosmetik perawatan atau pengobatan kulit tidak disarankan untuk pemakaian dalam jangka waktu yang lama untuk menghindari efek pemaksaan pigmentasi kulit. Setelah masa pemulihan, perawatan lanjutan dapat dilakukan dengan penggunaan mild soap atau bedak pelindung lain.

Tips-5: Hindari Sinar Matahari secara Langsung

Untuk menjaga kesehatan kulit sebaiknya hindari sengatan sinar matahari secara langsung, gunakan produk perawatan kulit yang mengandung SPF. Sesuaikan tingkat SPF dengan kebutuhan kulit anda. Jika anda beraktifitas di udara terbuka (outdoor) gunakan pelindung sinar matahari dengan tingkat SPF yang tinggi, tetapi jika anda berada di ruangan , tidak terkena sinar matahari secara langsung, gunakan pelindung sinar matahari dengan kadar SPF yang rendah. Kadar SPF yang tinggi memiliki kandungan minyak yang lebih tinggi sisi buruknya adalah menyumbat pori-pori kulit sehingga menghalangi kulit untuk bernafas lega.
Jadi hati-hati memilih pelindung sinar matahari, kadar SPF yang tinggi belum tentu sesuai untuk jenis kulit anda.

Tips-6: Perawatan dari Dalam

Untuk mendapatkan kulit yang sehat dan cantik bukan hanya mengandalkan perawatan dari luar saja namun perlu diperhatikan juga perawatan dari dalam. Kulit juga memerlukan nutrisi, makanan yang banyak mengandung vitamin A, C, dan E sangat baik bagi kulit, selain itu istirahat cukup dan olah raga juga akan membantu pertumbuhan kulit dan berpengaruh pada kondisi kulit. Tidak ketinggalan minum air putih, karena air adalah faktor yang sangat penting untuk menjaga kelembaban kulit, dan mencegah penuaan dini .6 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Kulit Wajah, antara lain:

Tips-1: Bersihkan kulit dengan lembut

Angin semilir menerpa wajah, membuat kita merasa nyaman, tapi menyebabkan debu dan kotoran menyumpat pori-pori kulit kita, menambah tebal tumpukan sel-sel kulit mati serta kotoran di kulit kita. Oleh sebab itu perawatan kulit yang paling utama adalah bersihkan kulit .
Jika kulit dicuci tidak bersih, maka tumpukan sel-sel kulit mati akan bertambah tebal, muncul komedo dan jerawat, hal ini menganggu penyerapan vitamin & nutrisi bagi kulit. Oleh sebab itu menjaga kebersihan kulit adalah hal yang paling utama.

Untuk kebersihan kulit wajah, pilihlah pembersih wajah yang tidak menyebabkan alergy pada kulit wajah, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya dan sesuai dengan jenis kulit anda.

Selain itu sesuaikan juga pembersih kulit dengan keadaan kulit kita, misalnya pada saat kita menggunakan make up tebal, pembersih kulit yang digunakan haruslah yang dapat membersihkan sisa-sisa make up dengan sempurna. Pada saat kita tidak menggunakan make up, pembersih yang digunakan dapat lebih ringan. Pada saat kondisi kulit berminyak & pada saat kulit kering, gunakan pembersih yang berbeda untuk kedua kondisi tersebut.

Tips-2: Menjaga Kelembaban Kulit

Indonesia termasuk wilayah beriklim tropis dimana suhu udara rata-rata termasuk tinggi.Sinar matahari yang menyengat dapat merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif, namun kulit sering mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu sebaiknya pilihlah produk perawatan kulit yang memiliki kandungan air yang tinggi untuk menjaga kelembaban kulit, mencegah dehidrasi kulit dan mencegah penuaan dini.

Tips-3: Gunakan Scrub Secara Teratur

Kotoran dan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit, menyebabkan kulit tampak kusam dan tidak dapat bernafas lega serta mengurangi kemampuan kulit untuk menyerap nutrisi. Untuk menghindari hal tersebut, gunakan SCRUB atau LULUR secara teratur. LULUR atau SCRUB berfungsi sebagai amplas, yang mengangkat kotoran serta sel-sel kulit mati dengan sempurna, membuat kulit dapat bernafas lega &mampu menyerap nutrisi dengan optimal,serta merangsang pertumbuhan sel kulit baru lebih cepat. Kulit akan tampak bersih dan bersinar.
Gunakan Scrub atau LULUR dari bahan-bahan alami yang aman bagi kulit dan tidak menyebabkan alergi.

Tips-4: Gunakan Bahan Kosmetik Pembantu

Jika kondisi kulit wajah atau tubuh Anda dalam kondisi kurang sehat, misalkan berjerawat, kusam atau terlihat kerutan dini, maka beberapa alternatip kosmetik perawatan atau pengobatan kulit bisa digunakan untuk mempercepat penyembuhan atau pemulihan kondisi kulit Anda.

Perlu diingat bahwa pemakaian jenis kosmetik perawatan atau pengobatan kulit tidak disarankan untuk pemakaian dalam jangka waktu yang lama untuk menghindari efek pemaksaan pigmentasi kulit. Setelah masa pemulihan, perawatan lanjutan dapat dilakukan dengan penggunaan mild soap atau bedak pelindung lain.

Tips-5: Hindari Sinar Matahari secara Langsung

Untuk menjaga kesehatan kulit sebaiknya hindari sengatan sinar matahari secara langsung, gunakan produk perawatan kulit yang mengandung SPF. Sesuaikan tingkat SPF dengan kebutuhan kulit anda. Jika anda beraktifitas di udara terbuka (outdoor) gunakan pelindung sinar matahari dengan tingkat SPF yang tinggi, tetapi jika anda berada di ruangan , tidak terkena sinar matahari secara langsung, gunakan pelindung sinar matahari dengan kadar SPF yang rendah. Kadar SPF yang tinggi memiliki kandungan minyak yang lebih tinggi sisi buruknya adalah menyumbat pori-pori kulit sehingga menghalangi kulit untuk bernafas lega.
Jadi hati-hati memilih pelindung sinar matahari, kadar SPF yang tinggi belum tentu sesuai untuk jenis kulit anda.

Tips-6: Perawatan dari Dalam

Untuk mendapatkan kulit yang sehat dan cantik bukan hanya mengandalkan perawatan dari luar saja namun perlu diperhatikan juga perawatan dari dalam. Kulit juga memerlukan nutrisi, makanan yang banyak mengandung vitamin A, C, dan E sangat baik bagi kulit, selain itu istirahat cukup dan olah raga juga akan membantu pertumbuhan kulit dan berpengaruh pada kondisi kulit. Tidak ketinggalan minum air putih, karena air adalah faktor yang sangat penting untuk menjaga kelembaban kulit, dan mencegah penuaan dini .

http://menjaga-bumi.blogspot.com/2012/02/tips-untuk-menjaga-kesehatan-kulit.html

Pendidikan Komparatif


METODE KOMPARASI PENDIDIKAN
A.    Sendi – sendi dalam komparasi Pendidian
Studi Pendidikan komparatif yang semula lebih bersifat praktis ( practical studies ) kemudian lambat laun menjadi lebih bersifat keilmual ( scientific studies ) dengan menekankan penggunaan metode ilmiah ( scientific method ).
Para ahli dalam pendidikan komparatif adalah John Griscom, Victor Cousin, Horace Mann, dan Matthew Arnold adalah tokoh – toko yang mempelajari sistem pendidikan perbandingan yang lebih bercorak kepraktisan.
1.      Tiga Tahap komparasi dalam Pendidiakan
·         Awal ( Tahap ini yaitu “Borrowing” ) Pada tahap ini suatu negara dalam membangun dan memperbaiki sistem pendidikannya dilakukan dengan cara melihat sistem pendidiakn negara lain yang dianggapnya lebih baik, kemudian diadopi untuk diterapkan dinegaranyasendiri. Para ahli dalam tahap ini adalah Matthew Arnold dari inggris, Victor Cousin dari Perancis, Leo Tolstoy dan KD. Unshinsky di RusiaDomingo Sarmineto di Argentina, Horacu Mann dan Henry Barnard di Amerika.
Kelemahan dalam tahap ini adalah tidak semua memiliki latar belakang yg sama oleh karena itubapa yang dinggap baik ditempat lain tidak mesti baik diterapkan ditempatnya sendiri.
( tahun 1817 oleh Antoine Julien di Paris sampai 1930-an )
·         Kedua ( tahap ini yaitu “ Predicting” )
Dalam tahap ini perbaikan – perbaikan pendidikan dinegaranya dilakukan dengan dibarengi usaha mempertimbangkan masak – masak entang kemungkinan keberhasilan dan kegagalannya.
Beberapa langkah dalam tahapan ini:
a.       Awareness ( Kesadaran )
Adanya kesadaran bahwa system pendidikan negaranya mengalami stagnasi bahkan kemunduran dibandingkan Negara lainnya.
b.      Interest ( Keinginan )
Setelah menyadari kelemahan maka muncul keinginan pada Negara tersebut untuk memperbaiki system pendidikannya agar bisa maju spti Negara lain, bahkan lebih baik.
c.       Evaluation ( Evaluasi )
Pada tahap ini dilakukan dengan cara mencermati aneka teori dan praktek pendidikan yang ideal untuk bisa diterapkan dinegaranya dan melihat keberhasilan Negara lain dalam membangun pendidiakan.

d.      Trial ( Uji Coba )
Dari hasil evaluasi perbaikan dan pengkajian keberhasilan Negara lain selanjutnya diuji cobakan dibeberapa lokasi untuk bisa dilihat tingkat keberhasilannya dan kegagalannya.
e.       Adoption ( Peniruan untuk diterapkan )
Setelah diketahui keberhasilan uji coba, maka kemudian diadopsi untuk diterapkan diseluruh wilayah Negara.
( Berlangsung dati tahun 1930 – an sampai tahun 1960 – an )
·         Ketiga ( tahap ini yaitu “ analyzing” )
Pada tahap ini kegiatan perbaikan pendidikan dan upaya membandingkan system – system pendidikan dilakukan dengan cara mengamati pula keadaan pendidikan dari berbagai latar belakang historis, politis, ekonomis, dan sosio – kulturalnya. Upaya penganalisisan ini lebih mendasarkan pada penggunaan metode ilmiah.
( berlangsung dari tahun 1960 –an sampai 1990 – an )
2.       Syarat komparabilitas
Secara umum didalam ilmu pendidikan kkomparatif dikenal dengan adanya syarat kesebandingan ( comparability ) didalam upaya membandingkan dua atau lebih system pendidikan, agar upaya perbandingan aneka system pendidiakn yang dikukan akhirnya akan memperleh kebermanfaatan yang tinggi.
Diantara segi – segi kesebandingan atau komparabilitas dalam melakukan studi komparasi system pendidikan antar dua Negara atau lebih yang berbeda adalah :
1.      Segi kemajuan pembangunan
2.      Segi latar belakang sejarah
3.      Segi latar belakang ekonomi
4.      Segi letak geografis
Disamping itu ada satu hal yang juga penting dalam studi perbandingan dan upaya  membandingkan dua system pendidikan antar dua Negara atau lebih Negara yang berbeda, yaitu dua dimensi yang perlu ditentukan ; dimensi ruang ( menyangkut seberaba luas atau banyak Negara yang ingin diteliti atau dibandingkan ) dan dimensi waktu ( menyangkut periode waktu atau rentang waktu yang perlu ditenmtukan terlebih dahulu.
B.     Metode – metode Studi dalam Komparasi Pendidikan
Menurut Debold Van Dalen dalam “Understanding Educational Research” menyebutkan metode ilmiah yang lazim digunakan dalam studi – studi pendidiakn komparatif adalah :
1.      Metode Historis
Metode historis digunakan untuk menemukan fakta – fakta pendidiakan masa lampau dalam rangka mencari keterkaitan dengan kondisi pendidikan sekarang bahkan juga untuk masa mendatang.
Jalan yang ditempuh dalam metode historis:
a.       Memilih problem yang kana diteliti
b.      Mengumpulkan sumber – sumber bahan (sources materials)
c.       Penilaian dan pengujian sumber – sumber data yang terkumpul, yang dilanjutkan dengan penyajian.
d.      Menentukan hipotesis untuk menjelaskan hakekat dari fenomena – fenomena pendidikan yang sudah lampau.
e.       Melakukan penafsiran atas bahan – bahan yang telah terkumpul secara mendalam atau juga penyusunan bahan – bahan.
f.       Menyimpulkan dan membuat laporan mengenai temuan – temuannya.
2.      Metode Deskriptif
Metode ini dilakukan denagn cara menggambarkan dan menguraikan apa adanya yang terjadi pada obyek yang diteliti secara mendetail. Metode penelitian ini mencakup beberapa metode antara lain : ( 1 ) studi kasus, (2) survey, (3) studi perkembangan, (4) studi tindak lanjut, (5) analisis dokumen, (6) studi korelasi, (7) studi aliran atau trend.
Metode ini bertujuan untuk menggambarkan suatu fakta pendidiakn baik dalam satu segara maupun antar Negara.

3.      Metode Eksperimen
Metode ini dilakukan dengan cara menspesifikasikan obyek yang diteliti melalui tindakan mengeliminasi variable – variable yang ada darti veriabel lain.
Tujuan dari metode ini adalah untuk menentukan apa yang dapat terjaid dari percobaan – percobaan yang dilakukan.
4.      Metode Filosofis
Metode ini berusaha menemukan prinsip – prinsip atau konsep – konsep yang mendasar tentang system pendidikan disuatu Negara atau beberapa Negara, tentang konsep manusia yang dicita – citakan melalui praktek pendidikan disuatu Negara.
Donald Ary dkk, dalam “ Introduction to Research in Education” (1985), menyebutkan metode ilmiah dalam studi pendidikan komparatif adalah :
1)      Metode eksperimental
Metode ini dilakukan dengan jalan menspesifikasikan obyek penelitiannya melalui pengeliminasian variable – variable dari obyek yang dikaji terhadap variable atau factor. Tujuan metode ini adalah menentukan apa yang dapat terjadi dari percobaan – percobaan yang dilakukan. 
2)      Metode Ex Post Facto
Metode ini dilakukan dengan cara melihat obyek spesifik yang diteliti yangs udah dieliminasikan dari variable atau factor lain tetapi tidak melalui percobaan – percobaan yang dilakukan peneliti.
3)      Metode Deskriptif
Metode ini merupakan metode pendidikan koparatif yang dilakukan dengan cara menggambarkan dan menguaraikan apa adanya yang terjadi pada obyek penelitian secara mndetail.
4)      Metode Historis
Metode yang dilakukan dengan jalan menerangkan apa yang sudah terjadi.
Menurut Imam Barnadib ( 1994 ) yang mengutip pendapat George ZF. Bereday, ada dua metode yang digunakan dalam studi perbandingan , yaitu:
5.      Metode area
Studi area dilakukan dengan cara : (a) studi latar belakang Negara, (b) deskripsi system pendidikan pada masing – masing Negara tersebut, dan (c)menarik interpretasi.
6.      Metode komparasiyang lebih sempit, mesalnya
Metode komparasi merupakan metode yang dilakukan dengan area wilayah misalnya hanya dua desa atau propinsi atau kawasan atau Negara tetapi dengan tekanan pada studi yang lebih mendalam . secara garis besar metode komparasi dilakukan dengan empat cirri pentong, yaitu : (a) deskripsi data pendidikan, (b) interpretasi, (c) juxtaposisi, dan (d) komparasi.
C.    Pengembangan Metode dalam Melakukan Kompasi Pendidikan
George ZF. Bereday (1964) sebagai professor dibidang pendidiakn komparatif dari Columbia University Amerika Serikat mengembangkan satu metode yang disebut dengan Metode Induktif Komparasi, yang memiliki langkah – langkah procedural yang meliputi:
1.      Penggalian data
Dilakukan dengan cara dating kelokasi penelitian lalu berdiam aatu tinggal beberapa waktu dilokasi tersebut agar bisa merekam lebih lengkap data yang dicari. , selain itu peneliti harus menguasai bahan dan focus yang diamati.
2.      Deskripsi data
Dilakukan dengan cara menyajikan semua data yang diperoleh menurut kelompok – kelompok data berdasarkan klasifikasi yang dibuat dalam bentuk table, teks, atau uraian, serta peta.
3.      Interpretasi
Upaya interpretasi atau penafsiran ini dilakukan dengan cara melakukan analisis konteks, baik analisis aspek histori, aspek politik, aspek ekonomi, maupun aspek social.
4.      Juxtaposisi
Pada tahap ini yang perlu dilakukan adalah menysusn sebuah kerangka kerja perbandingan secara umum ( common comparative framework ). Dapat diartika juga upaya menentukan dimensi – dimensi komparasi, yaitu menentukan hal – hal apa yang akan dikomparasikan, seperti, informasi umum pendidikan, inisiatif reformasi pendidikan, dll.
5.      Prumusan hipotesis
Kegiatan ini merupakan cara untuk menemukan hasil kompasari yang masih bersifat sementara setelah peneliti melakukan kegiatan juxtaposisi.
6.      Komparasi Final
Kegiatan komparasi final dilakukan dengan cara menganalisis secara cermat dan mendalam perbandingan pendidikan antara dua daerah atau Negara dalam rangka mencari dan menemukan dua hal yaitu persamaan dan pertidaksamaan.
7.      Akhir dari semua proses penelitian induktif komparasi adalah dihasilkannya perumusan kesimpulan berupa generalisasi ( kesimpulan umum tentang kondisi pendidikan relative sama yang ada pada setiap daerah atau Negara yang sedang dibandingkan, dan tipologi ( kesimpulan spesifik atau khas kondisi pendidikan yang ada pada setiap daerah atau Negara.
Ada tiga cara dalam proses analisis komparasi pendidikan menurut Val D. Rust (2003), yaitu:
1.      Analisis yang paling konvensional adalah analisis menemukan persamaan dan perbedaan pendidikan antara dua daerah atau Negara atau wilayah – wilayah dunia.
2.      Analisis terhadap suatu Negara secara tunggal, kemudian dilanjutkan pada Negara lain di luara Negara yang bersangkutan, serta dilanjutkan lagi pada Negara lain untuk suatu pokok penelitian.
3.      Analisis komparasi pendidikan dapat pula dilakukan pada satu Negara untuk menguji teori yang lebih umum.

Selasa, 01 Mei 2012

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PENDIDIKAN NONFORMAL
Abstrak
Dalam kehidupan sekarang ini pendidikan memang sudah cukup maju, akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum bisa mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang memang sudah menjadi hak oleh setiap warga Negara. Oleh karena itu pendidikan nonformal menjadi salah satu alternative bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan walaupun tidak dari pendidikan formal seperti sekolah.karena pendidikan nonformal merupakan pendidikan yang teratur dan dengan sadar dilakukan tetapi tidak mengikuti peraturan – peraturan yang tetap dan ketat. Akan tetapi masih banyak yang belum mengetahui konsep dasar pendidikan multikultural itu sendiri. Sedangkan dalam suatu masyarakat itu sendiri terdapat berbagai macam budaya atau cultur, yang memang sudah melekat dan mendarah daging dari setiap warga masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu Pendidikan multikultural menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk memahami konsepa pendidikan nonformal itu sendiri, karena pendidikan multikultural mencakup semuanya dari etnis, suku dan yang lainnya yang memang ada dalam masyarakat itu sendiri, sehingga pendidikan nonformal yang berlangsung secara langsung dalam suatu masyarakat dengan berbagai budaya itu sendiri langsung dapat memahami konsep pendidikan nonformal dengan melalui pendidikan multikultural.
1. Pendahuluan
Pendidikan nonformal merupakan pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan – peraturan yang tetap dan ketat. Pendidikan nonformal sengaja dirancang untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang dapat menghasilkan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan harapan masyarakat. Pembelajaran dalam pendidikan nonformal diharapkan menjadi transformasi budaya dan upaya penataan lingkungan yang bisa memberi nuansa bagi warga belajar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Menurut Tim MKPBM ( Mata kuliah Proses Mengajar ) (2001:9), pembelajaran merupakan jantungnya proses sosialisasi yang merupakan rekayasa psikologis untuk memelihara kegitan belajar tersebut, sehingga setiap individu yang belajar dapat secara optimal dalam mencapai tingkat kedewasaan dan hidup sebagai anggota masyarakat yang baik.
Namun untuk saat ini dalam dunia pendidikan masih banyak kendala – kendala yang dihadapi salah satunya dalam memahami konsep pendidikan nonformal. Kesulitan dan tantangan dalam kehidupan manusia baik yang diakibatkan oleh lingkungan maupun alam yang kurang bersahabat, sering memaksa manusia untuk mencari cara yang memungkinkan mereka untuk keluar dari kesulitan yang dialaminya. Masih banyaknya warga yang tidak melanjutkan pendidikan ke taraf yang memungkinkan mereka menggeluti profesi tertentu, menuntut upaya-upaya untuk membantu mereka dalam mewujudkan potensi yang dimilikinya agar dapat bermanfaat bagi pembangunan bangsa. Sejauh ini, anggaran yang berkaitan dengan pendidikan mereka masih terbatas, sehingga berbagai upaya untuk dapat terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun pendidikan terus dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar makin tumbuh kesadaran akan pentingnya pendidikan dan mendorong masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif di dalamnya.
Bertitik tolak dari permasalahan yang dihadapi, pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal berusaha mencari jawaban dengan menelusuri pola-pola pendidikan yang ada, seperti pesantren, dan pendidikan keagamaan lainnya yang keberadaannya sudah jauh sebelum Indonesia merdeka, bertahan hidup sampai sekarang dan dicintai, dihargai dan diminati serta berakar dalam masyarakat. Oleh karena itu diperlukan pendidikan yang dapat digunakan dalam memahami pendidikan nonformal. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan multicultural, karena dengan pendidikan multikultural yang mencakup tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan yang dapat digunakan dalam pemahaman konsep pendidikan nonformal yang memang secara langsung merupakan sarana pendididikan yang memang diberikan bagi masyarakat. Yang secara tidak langsung masyarakat tersebut sudah bersinggungan dengan yang namanya budaya atau cultur. Oleh karena itu dengan pendidikan ini diharapkan muncul suatu system keyakinan yang terwujud dalam memahami konsep pendididkan nonformal yang berlandaskan budaya yang sudah dikenal warga belajar, sehingga kebudayaan tersebut dapat terus diaplikasikan dan dilestarikan melalui cara pikir, cara pandang, dan cara mengerjakan sesuatu generasi mudanya.
2. Kajian Pustaka
a. Multikultural dan Pendidikan Multikultural
Menurut Suparlan (2002), akar kata multikulturalisme adalah kebudayaan. Pengertian kebudayaan diantara para ahli harus disamakan, atau tidak dipertentangkan antara satu konsep yang dipunyai oleh seorang ahli dengan konsep ahli – ahli lain. Karena multikulturalisme itu adalah sebuah ideology dan sebuah alat atau wahana untuk , meningkatkan derajat manusia dan kemanusiaannya, maka konsep kebudayaan harus dilihat dalam perspektif fungsinya bagi kehidupan manusia. Sebagai sebuah idea tau ideology, multikulturalisme terserap dalam berbagai interaksi yang ada dalam berbagai struktur kegiatan kehidupan manusia yang tercakup dalam kehidupan sosial, dan dalam dunia pendidikan serta berbagai kegiatan lainnya dalam masyarakat yang bersangkutan. Kajian – kajian mengenai corak kegiatan, yaitu hubungan antarmanusia dalam berbagai managemen pengelolaan sumbur – sumber daya akan merupakan sumbangan yang penting dalam upaya mengembangkan dan memantapkan multikulturalisme dalam pendidikan untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sementara itu pendidikan multikultural berarti pendidikan untuk/tentang demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan. Pendidikan multicultural adalah proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya yang hidup ditengah – tengah masyarakat plural. Menurut Azyumardi Azra ( Zubaedi,2006 ), pandangan dunia “ multikultural” secara substansif sebenarnya tidaklah terlalu baru di Indonesia. Prinsip Indonesia sebagai Negara “ bhinneka Tunggal Ika”, mencerminkan bahwa meskipun Indonesia adalah multicultural, tetapi tetap terintegrasi dalam keikaan, kesatuan. Pembentukan masyarakat multicultural Indonesia tidak bisa secara taken for granted atau trial and error. sebaliknya harus diupayakan secara sistematis, programatis, intregrated, dan berkesinambungan. Langkah yang paling strategis dalam hal ini adalah melalui pendidikan multikultural yang diselanggarakan melalui seluruh lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal, dan bahkan informal dalam masyarakat luas.
Mengenai fokus pendidikan multicultural, Tilaar (Zubaedi,2006 ) mengungkapkan bahwa dalam program pendidikan multikultural, fokus tidak lagi diarahkan semata – mata kepada kelompok rasial, agama dan kultural dominan atau mainstream. Fokus seperti ini pernah menjadi tekanan pada pendidikan multikultural yang menekankan peningkatan pemahaman dan toleransi individu – individu yang berasal dari kelompok – kelompok minoritas terhadap budaya mainsterm yang dominan, yang pada akhirnya menyebabkan orang – orang dari kelompok minoritas terintregasi kedalm masyarakat mainsterm. Pendidikan multicultural sebenarnya merupakan sikap “peduli” dan mau mengerti “(difference), atau “politics of recognition” politik pengakuan terhadap orang – orang dari kelompok minoritas.
Dalam konteks itu, pendidikan multikultural melihat masyarakat secara lebih luas. Berdasarkan pandangan dasar bahwa sikap “indifference” dan “Non – recognition” tidak hanay berakar dari ketimpanga struktur rasial, tetapi paradigm pendidikan multikultuaral mencakup subjek – subjek mengenai ketidakadilan, kemiskinan, penindasan dan keterbelakangan kelompok – kelompok minoritas dalamm berbagai bidang, terutama dalam bidang pendidikan.
Multikulturalisme merupakan suatu strategi dari integrasi sosial di mana keanekaragaman budaya benar – benar diakui dan dihormati, sehingga dapat difungsikan secara efektif dalam menengarai setiap isu separatisme dan disintegrasi sosial. Pengalaman mengajarkan, bukan semangat kemanunggulan atau ketunggalan ( tunggal ika ) yang paling potensial akan melahirkan persatuan kuat, tetapi pengakuan adanya pluralitas ( bhinneka ) budaya bangsa inilah yang lebih menjamin peraturan bangsa manuju pembaharuan sosial yang demokratis.
b. Pendidikan Nonformal
Sementara itu dalam hal ini kita akan membahas pendidikan multikultural dalam hal pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal itu sendiri adalah pendidikan yang dilasanakan untuk warga belajar yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan – peraturan yang tetap dan ketat. Sebagaimana tugas – tugas pendidikan formal dan juga pendidikan informal maka tugas pendidikan nonformal adalah membantu kualitas dan martabat sebagai individu dan warga Negara yang dengan kemampuan dan kepercayaan pada diri sendiri harus dapat mengendalikan perubahan dan kemajuan. Pendidikan Nonformal Berbasis Masyarakat Model pendidikan berbasis masyarakat untuk konteks Indonesia kini semakin diakui keberadaannya pasca pemberlakuan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Keberadaan lembaga ini diatur pada 26 ayat 1 s/d 7 jalur yang digunakan bisa formal dan atau nonformal. Dalam hubungan ini, pendidikan nonformal berbasis masyarakat adalah pendidikan nonformal yang diselenggarakan oleh warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan dan berfungsi sebagai pengganti, penambah dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian fungsional. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan masyarakat, majelis taklim serta satuan pendidikan yang sejenis. Dengan demikian, nampak bahwa pendidikan nonformal pada dasarnya lebih cenderung mengarah pada pendidikan berbasis masyarakat yang merupakan sebuah proses dan program, yang secara esensial, berkembangnya pendidikan nonformal berbasis masyarakat akan sejalan dengan munculnya kesadaran tentang bagaimana hubungan-hubungan sosial bisa membantu pengembangan interaksi sosial yang membangkitkan concern terhadap pembelajaran berkaitan dengan masalah yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sosial, politik, lingkungan, ekonomi dan faktor-faktor lain. Sementara pendidikan berbasis masyarakat sebagai program harus berlandaskan pada keyakinan dasar bahwa partisipasi aktif dari warga masyarakat adalah hal yang pokok. Oleh karena itu pendidikan nonformal juga berhubungan dengan kemajuan budaya dan pelestarian budaya. Pendidikan nonformal mencakup pendidikan masyarakat yang didalam masyarakat tersebut terdapat berbagai macam budaya atau cultur, yang sudah melekat dan membudi daya dalam masyarakat tersebut. Sejalan dengan itu pendidikan multicultural sangat dibutuhkan dalam memahami konsep pendidikan nonformal.
c. Kaitan Pendidikan Multikultural dalam Peningkatan Pemahaman PNF
Berdasarkan teori Ausubel ( Trianyo, 2007: 25 ) dalam membantu warga belajar menanamkan pengetahuan baru dalam suatu materi, sangat diperlukan konsep – konsep awal yang sudah dimiliki warga belajar yang berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. Ausubel ( Ruseffendi, 1991 : 172 ) menyatakan bahwa belajar bermakna ialah memahami apa yang sudah diperolehnya dengan dikaitkan keadaan lain sehinggga lebih dimengerti.
Dalam menyajikan suatu konsep, pembelajaran hendaknya lebih mengutamakan pengertian. Teori Gesalt yang sering pula di sebut dengan field theory atau insight full learning ( Purwanto, 1996 : 101 ) menyatakan belajar bukan hanya sekedar merupakan proses asosiasi antara stimulus respon yang makin lama makin kuat karena adanya latihan – latihan atau ulangan – ulangan. Belajar terjadi jika ada pengertian. Pengertian atau insight muncul apabila seseorang setelah beberapa saat mencoba memahami suatu masalah, tiba – tiba muncul adanya kejelasan, terlihat olehnya hubungan antara unsure – unsure yang satu denagn yang lainnya kemudian di pahami sangkut – pautnya dan dimengerti maknanya. Selanjutnya, teori ini juga menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses rentetan penemuan dengan bantuan pengalaman – pengalamannya yang banyak dan berserakan menjadi suatu struktur dan kebudayaan yang berarti dan dipahami olehnya.
Secara singkat, belajar menurut psikologi Gesalt dapat diterangkan sebagai berikut : (1) dalam belajar, faktor pemahaman atau pengertian ( insigh )merupakan faktor yang penting ; (2) dalam belajar, pribadi atau organisme memegng peranan yang paling sentral. Brlajar tidak hanya dilkukan reaktif – mekanistik belaka, tetapi dilakukan dengan sabar, bermotif, brrtujuan ( Purwanto, 1996 : 101 ). John Dewey ( Tim MKPBM, 2001 : 48 ) sebagai tokoh teori Gesalt, mengemukakan bahwa menurut teori ini pelaksanaan belajar mengajar yang diselenggarakan guru / tutor harus memperhatikan hal – hal berikut ini (1) penyajian konsep harus lebih menggutamakan pengertian, (2) pelaksanaan kegiatan belajar – mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual peserta didik, dan (3) mengatur suasana kelas agar peserta didik siap belajar.
Sedangkan keberagaman kebudayaan beserta keunikannya yang menyiratkan kekhasan masing – masing budaya merupakan potensi bagi pengembangan pembelajaran konsep pendidikan nonformal. Pendidikan atau pendekatan multikultural ( Rohidi, 2002) didesain dengan menekankan pentingnya pluralisme sosial, keberagaman budaya, etnik, dan kontekstualisme. Berdasarkan pendekatan ini pembelajaran dipandang sebagai intervensi sosial dan budaya sehingga pada saat mengajar atau memberikan pemahaman, tutor tidak hanya mempertentangkan tetapi secara konsisten menyadari bias sosial budayanya. Melalui pendekatan atau pendidiakn ini, pengguanaan pendidiakn dalam pemahaman konsep pendidikan nonformal disarankan tanggap budaya sehingga dapat menunjukkan perbedaan etnik dan sosio budaya dikelas, masyarakat, nasional, dan internasional.
Dalam pendidikan multikultural, dipusatkan pada warga belajar atau komunitas tertentu yang memungkinkan tutor memahami keyakinan serta nilai – nilai sosio budaya warga belajar dalam konteks kebudayaan masyarakat ketika merancang model pembelajara. Hal ini diperlukan bagi seorang tutor karena untuk menamkan suatu pemahaman konsep baru kepada warga belajar, tutor harus mengkaitkannya dengan konsep yang sudah dikenal oleh warga belajar. Dengan menggunakan konteks yang berkaitan dengan budaya yang sudah dikenal warga belajarnya, akan membuatnya merasa bahwa pengetahuan itu bagian dari dirinya dan tidak merasa sebagai sesuatu yang datang tiba – tiba sehingga warga belajar juga merasa bahwa belajarnya menjadi bermakna.
Dalam Pendidikan non formal wacana ini dapat disosialisasikan melalui pelatihan-pelatihan dengan model pembelajaran yang responsive multikultural dengan mengedepankan penghormatan terhadap perbedaan baik ras suku, maupun agama antar anggota masyarakat. Dengan demikian pendidikan multikultural sangat dibutuhkan dalam penahaman konsep pendidikan nonformal.

3. Kesimpulan
Pendidikan multikultural yang mencakup pengakuan dan penghormatan terhadap ras, suku, maupun yang lain dapat dipergunakan untuk memahami konsep dalam pendidikan nonformal yang memang didalam pendidikan nonformal tersebut didalamnya terdapat pendidikan yang diberikan untuk warga masyarakat yang kurang beruntung dalam memperoleh pendidikan di dalam pendidikan formal. Didalam masyarakat tersebut terdapat berbagai macam budaya yang telah melekat dan telah membudidaya bersamaan dengan berlangsungnya kehidupan masyarakat tersebut. Oleh karena itu pendidikan menjadi salah satu alternative untuk memahami konsep pendidikan nonformal.
Daftar Pustaka
Joesouef, Soelaiman Prof. Drs.2004. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Jakarta :PT Bumi Aksara.
Zubaedi, Dr.M.Ag,M.Pd.2006. Pendidikan Berbasis Masyarakat. Yogyakarta Pustaka Pelajar.
Shofan, Moh (Ed). 2007. The Realistic Education Menuju Masyarakat Utama. Yogyakarta :IRCiSoD
Kusmiadi , Ade, Euis Eti Rohaeti dan Heris Hendriana. 2009. Pendekatan Multikultural yang Berlandaskan Konstruktivisme Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep dalam Pembelajaran Matematika Bermakna bagi Pendidikan Nonformal. Jurnal Ilmiah VISI PTK – PNF – Vol.4,N.1.
Cochran-Smith, Marilyn (ed).2001. Multikultural Education Solution or Problem for American Shool. Journal of Teadher of Education, Vol.52, No.2,March/April 2001 91 – 93@ 2001 by the American Association of colleges for Theacher Education.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/04/wacana-pendidikan-multikultural-di-indonesia/
http://habibthecreator.wordpress.com/2009/10/30/memahami-konsep-pendidikan-non-f